Halaman

Pengikut

Selasa, 08 Mei 2012

My First English Posting

Assalamu ‘alaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

A glimpse of me, i’m a indonesian male who have been tasting education at university since 2005 (it’s also my graduation year from Senior High School), so, to date, i’m still status as a college student at a public university in Indonesia.



How Much Do I Know About Internet World?
baca selengkapnya...

Minggu, 06 Mei 2012

Pencarian Akar dengan Metode Bagi Dua

Metode bagi dua atau yang dikenal juga dengan Bisection Methold adalah suatu algoritma pencarian akar dari suatu persamaan matematika yang membagi dua selang/interval, lalu memilih bagian selang yang terdapat di dalamnya akar seharusnya untuk diproses lebih lanjut, selang yang terpilih dibadi dua lagi dan diproses lagi, hal ini dilakukan berulang-ulang sehingga diperoleh akar dari persamaan.

Metode ini berlaku ketika kita ingin memecahkan persamaan f(x) untuk variabel skalar x, di mana f merupakan fungsi kontinu. Sebelumnya ubahlah bentuk persamaan menjadi sama dengan 0.

Algoritma dari Metode Bagi-Dua adalah sebagia berikut:
  1. Pilih a sebagai batas bawah dan b sebagai batas atas untuk selang. Kemudian substitusikan a dan b ke persamaan, jika f(a).f(b) < 0 atau bernilai minus, berarti akar dari persamaan terletak antara a dan b, sehingga a dan b bisa dijadikan sebagai batas bawah dan batas atas, tetapi jika jika f(a).f(b) > 0 atau bernilai plus, maka telah terjadi kesalahan dalam menentukan nilai a dan b sebagai batas bawah dan batas atas.
  2. Menentukan taksiran nilai akar baru yang disimbolkan dengan c

    a<c<b
  3. Periksa nilai f(a) x f(c) dan nilai f(c) x f(b).
    1. Jika f(a) x f(c) bernilai negatif, berarti akar persamaan berada di antara a dengan c, berarti didapat selang baru, a sebagai batas bawah dan c sebagai batas atas, atau a sebagai batas bawah dan b baru sebagai batas atas dengan nilai b baru sama dengan nilai c. Jika f(a) x f(c) bernilai positif berarti akar persamaan tidak berada di antara a dengan c, dengan kata lain akar persamaan berada di antara c dengan b lama.
    2. Jika f(a) x f(b) bernilai negatif, berarti akar persamaan berada di antara b dan c, berarti didapat selang baru, c sebagai batas bawah dan b sebagai batas atas, atau a baru sebagai batas bawah dengan nilai a baru sama dengan nilai c dan b sebagai batas atas. Jika f(a) x f(b) bernilai positif berarti akar persamaan tidak berada di antara c dan b, dengan kata lain akar persamaan berada di antara a dengan c.
  4. Menentukan galat/error/kesalahan relatif semu yang biasanya disimbolkan dengan ε Untuk ERROR ini ada 3 versi:
    1. Versi 1
      Misalkan n adalah banyaknya iterasi, maka ERROR untuk iterasi ke - n adalah:
    2. Versi 2
      Misalkan n adalah banyaknya iterasi, maka ERROR untuk iterasi ke - n adalah:
      ε=b-a
    3. Versi 3 Misalkan n adalah banyaknya iterasi, maka ERROR untuk iterasi ke - n adalah:
      ε=(b-a)/2
    Misalkan n adalah banyaknya iterasi, maka:
  5. Ulang kembali langkah 1 s.d. 4 sampai batas error atau maksimum iterasi yang ditentukan, maka didapat c adalah akar dari persamaan. Makin kecil nilai error/galat/kesalahan relatif semu (ε), maka akar persamaan yang didapat makin mendekati nilai sebenarnya. Jika error/galat/kesalahan relatif semu (ε) bernilai 0, maka akar persamaan yang didapat adalah memang betul-betul akar sebenarnya.

Kamis, 03 Mei 2012

Contoh pemakaian to dalam past tense


Untuk menggunakan "to" yang berarti untuk setelah kata kerja pada kalimat Past Tense, maka kata kerja tersebut tetap berbentuk kata kerja pertama: contoh: baca selengkapnya...

Jumat, 27 April 2012

Menghitung Nilai Resistor Tetap

Ingat pelajaran Fisika di bangku SMP/MTs dulu? Menghitung nilai resistor yang ditentukan dari warna pita-pita/gelang-gelangnya? Dulu ngafalin urutan pitanya dengan hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a kan? He2, sama dong kalau gitu, selalu ada cara dibuat orang untuk lebih mudah mengingat sesuatu, sama seperti ngafalin unsur kimia Sistem Peridoik, misalnya Hai LiNa Kau Rebut Cinta Suci Feri – Untuk unsur golongan 1A atau Hai LiNa Kau Rebut Calon Suami Fransiska, he2, jadi pengen ketemu teman2 waktu Junior High School dulu (syahdu juga ngingat teman JHS dulu, jadi kepengen nangis nih..)

Oke kita lanjut ke topik

baca selengkapnya...

Minggu, 22 April 2012

Tabel Kode Warna Resistor

Tabel Kode Warna Resistor
Warna Nilai Untuk Digit ke 1, 2 atau 3 Faktor Pengali Toleransi Koefisien Temperatur
 Hitam 0 100 - -
 Coklat 1 101 ±1%(F) 100 ppm
 Merah 2 102 ±2%(G) 50 ppm
 Oranye 3 103 - 15 ppm
 Kuning 4 104 - 25 ppm
 Hijau 5 105 ±0,5%(D) -
 Biru 6 106 ±0,25%(C) -
 Ungu 7 107 ±0,1%(B) -
 Abu-abu 8 108 ±0,05%(A) -
 Putih 9 109 - -
 Emas - 10-1 ±5%(J) -
 Perak - 10-2 ±10%(K) -
 Kosong - 10-2 ±20%(M) -

Minggu, 15 April 2012

menggunakan multimeter mengukur hambatan

Pertama-tama jarum penunjuk meter diperiksa apakah sudah tepat pada angka 0 pada skala DC mA , DC V atau AC V posisi jarum nol di bagian kiri, dan untuk skala ohmmeter posisi jarum nol di bagian kanan. Jika belum tepat harus diatur dengan memutar sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk meter ke kiri atau ke kanan dengan menggunakan obeng pipih (-) kecil.

Untuk mengukur rintangan suatu resistor, posisi skalar pemilih multimeter diatur pada kedudukan dengan batas ukur x 1. Test lead merah dan test lead hitam saling
dihubungkan dengan tangan kiri, kemudian tangan kanan mengatur tombol pengatur kedudukan jarum pada posisi nol pada skala . Jika jarum penunjuk meter tidak dapat
diatur pada posisi nol, berarti baterainya sudah lemah dan harus diganti dengan baterai yang baru. Langkah selanjutnya kedua hujung test lead dihubungkan pada hujung-hujung resistor yang akan diukur rintanganya. Cara membaca penunjukan jarum meter sedemikian rupa sehingga mata kita tegak lurus dengan jarum meter dan
tidak terlihat garis bayangan jarum meter. Supaya ketelitian tinggi kedudukan jarum penunjuk meter berada pada bagian tengah daerah tahanan. Jika jarum penunjuk meter
berada pada bagian kiri (mendekati maksimum), maka batas ukurnya di ubah dengan memutar skalar pemilih padaposisi x 10. Selanjutnya dilakukan lagi pengaturan jarum
penunjuk meter pada kedudukan nol, kemudian dilakukan lagi pengukuran terhadap resistor tersebut dan hasil pengukurannya adalah penunjukan jarum meter dikalikan
10 . Apabila dengan batas ukur x 10 jarum penunjuk meter masih berada di bagian kiri daerah tahanan, maka batas ukurnya diubah lagi menjadi K dan dilakukan proses
yang sama seperti waktu mengganti batas ukur x 10.Pembacaan hasilnya pada skala K, yaitu angka penunjukan jarum meter dikalikan dengan 1 K .

Sabtu, 14 April 2012

Macam-macam jenis-jenis Resistor

Daftar Isi

asdkjfhkadsjfdsfdsfdsfjdsfk hdskjfh kdsjfhkjs adhfkjash dkjfh sadkjfh kadsjfh kjladshf kjladshf hdskjf hadskjhfkj ashdfkljh dsakjfh sdhfkl jadshfkjl hadskjf hkdsjlhf kjdshlkhkadshf kjhdsfjkhdskfj hkjdgshksdhgkjdshf kjhdsfkj hasdkjfh kjasdhf kjasdhfaskdjfh adsjghasdkjl asdfh s adsjh dsfh sdhkldshf hkasfh kladshf khsdkf hasdfkj hdsakhfkjldshf shdj fhsadk fjhkjdshf kjadshf dshaf kadshfk jhdsalfk hadslfh ldsjfh dskjfh kjdshf kjldshfkjl dshf klhsdklajhfdsk ajhfadskjhfdskajfh kjdsfhksjdfh kjash dfkjhdsk aljhfskadhf sjd

Followers

Buku tamu untuk sahabat

 

Copyright © 2009 by coretan sahabat